Pekan Kokurikuler Hari Pertama: Polres Kutai Timur Sosialisasi Bahaya NAPZA di SMPN 1 Sangatta Utara

  • Sep 10, 2025
  • Jurnal SMPN 1 Sangatta Utara
  • Kokurikuler

Sangatta Utara, 8 September 2025 – SMP Negeri 1 Sangatta Utara mengawali Pekan Kokurikuler Hari Pertama (Day 1) dengan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) bekerja sama dengan Polres Kutai Timur. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Aipda Nur Handoko dan dipandu oleh moderator, Ibu Nurhidaya, M.Pd, salah satu guru BK SMP Negeri 1 Sangatta Utara.

Acara yang diikuti dengan penuh antusias oleh siswa-siswi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja. Dalam pemaparannya, Aipda Nur Handoko menjelaskan bahwa NAPZA adalah zat yang dapat memengaruhi kerja otak, mengubah kesadaran, dan menimbulkan ketergantungan. Ia menegaskan, sekali seseorang mencoba, sangat sulit untuk berhenti, bahkan berisiko merusak masa depan.

Lebih lanjut, narasumber memaparkan jenis-jenis NAPZA secara rinci:

  • Narkotika, seperti ganja, heroin, morfin, hingga magic mushroom, yang menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan ketergantungan.

  • Psikotropika, misalnya ekstasi dan sabu-sabu, yang dapat merangsang saraf pusat, menimbulkan halusinasi, gangguan berpikir, hingga kecanduan.

  • Zat Adiktif lainnya, seperti rokok, alkohol, dan lem aibon, yang sering dianggap sepele, padahal juga berbahaya karena menimbulkan ketergantungan.

Siswa juga diberikan wawasan mengenai dampak NAPZA. Dalam jangka pendek, pengguna dapat mengalami pusing, muntah, halusinasi, sulit konsentrasi, serta perubahan perilaku menjadi pemarah, malas belajar, dan enggan bersosialisasi. Dampak jangka panjang jauh lebih serius, antara lain kerusakan otak, hati, ginjal, paru-paru, kecanduan berat, menurunnya prestasi sekolah, rusaknya hubungan keluarga, bahkan berujung pada kematian.

Selain itu, Aipda Nur Handoko memaparkan penyebab remaja bisa terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA, seperti rasa ingin tahu berlebihan, pengaruh teman sebaya, tekanan hidup (stres, masalah keluarga dan pertemanan), serta keinginan terlihat keren atau berani. Untuk itu, ia memberikan sejumlah langkah pencegahan, antara lain menolak dengan tegas ketika ditawari, memilih lingkungan pertemanan yang baik, mengisi waktu luang dengan hobi atau kegiatan positif, serta mempererat komunikasi dengan keluarga, teman, dan guru.

Acara semakin menarik dengan adanya sesi tanya jawab, dipandu oleh moderator Ibu Nurhidayah. Siswa-siswi terlihat aktif bertanya sehingga suasana diskusi berjalan hidup dan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang bahaya NAPZA.

Kepala SMP Negeri 1 Sangatta Utara menyampaikan terima kasih atas dukungan Polres Kutai Timur. Ia menegaskan, kegiatan kokurikuler ini sangat penting untuk memperkuat karakter siswa agar mampu menolak pengaruh negatif pergaulan.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, Pekan Kokurikuler Hari Pertama berjalan sukses dan penuh semangat. Seluruh warga sekolah berharap siswa SMP Negeri 1 Sangatta Utara dapat tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, berkarakter, dan berani mengatakan: “TIDAK untuk NAPZA!”