Monitoring dan Evaluasi Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai di SMPN 1 Sangatta Utara
- Sep 29, 2025
- Taufik Hidayatullah
Sangatta Utara, 25 September 2025 — SMP Negeri 1 Sangatta Utara menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau sejauh mana penerapan penggunaan Bahasa Melayu Kutai di lingkungan sekolah.
Sekitar 40 siswa mengikuti kegiatan yang didampingi guru utama Revitalisasi Bahasa Melayu Kutai, yaitu Yuliana Palinggi, Enny Octavia, dan Annisa Muliyawati, yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan khusus.
Beragam penampilan disuguhkan siswa, mulai dari puisi Melayu Kutai, pidato, bercerita, hingga tarsul. Dua di antaranya—tarsul dan pidato—merupakan cabang lomba yang akan diikutsertakan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025. Tim evaluasi dari Balai Bahasa turut memberikan masukan agar setiap tampilan dapat terus ditingkatkan.
Kepala SMPN 1 Sangatta Utara, Yetti Arika Desiviana, menjelaskan berbagai langkah pelestarian bahasa dan budaya Kutai yang telah diterapkan. Upaya tersebut antara lain menghadirkan muatan lokal Sumber Daya Alam Kutai, mengintegrasikan kearifan lokal dalam program sekolah seperti pesta karya, kokurikuler, dan beberapa mata pelajaran intrakurikuler. Selain itu, aktivitas pagi di sekolah juga mendukung pelestarian budaya melalui pemutaran lagu-lagu daerah Kutai seperti Buah Bolok, Aku Bernyayi, dan Nasi Bekepor saat penyambutan siswa di pintu gerbang serta kegiatan Piket Lingkungan (Piling).
Penanggung jawab Monev dari Balai Bahasa, Ibu Diyan, menyampaikan apresiasi kepada SMPN 1 Sangatta Utara atas berbagai upaya yang telah dilakukan. Ia berharap ke depan akan semakin banyak pembiasaan dan kegiatan yang dapat memperkuat revitalisasi Bahasa Kutai di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya daerah sebagai identitas serta kekayaan budaya bangsa.